Penyebab umum ikan menjadi stres

Penyebab umum ikan menjadi stres | Ternyata bukan manusia saja yang bisa mengalami stres, ikanpun terkadang harus mengalaminya juga. Pastikan anda mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa menimbulkan stres pada ikan.
Kebanyakan ikan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dari habitat asalnya. 




Tetapi bagaimanapun juga, organ tubuh mereka perlu bekerja lebih giat untuk menyesuaikan dengan kondisi sekitarnya. Sebagai contoh, ikan yang dimasukkan dalam lingkungan yang lebih dingin atau lebih panas dalam habitatnya mengharuskan organ tubuhnya bekerja lebih keras agar dia bisa bertahan hidup. Kondisi semacam inilah yang terkadang membuat ikan menjadi stres.

Terjadinya peningkatan stres, mengurangi kemampuan ikan dalam menolak penyakit yang datang padanya. Sebagai tambahan, stres mengurangi kemampuan ikan untuk bernapas dengan baik dan mengurangi umurnya. Sebenarnya jika stres hanya timbul sebentar / sedikit tentunya tidak terlalu berbahaya, namun hal terjadi secara terus-menerus sangat fatal bagi ikan itu sendiri. Maka dari itu, anda sebagai pemelihara ikan harus berusaha mengurangi timbulnya stres pada ikan anda.

Penyebab umum timbulnya stres dalam akuarium

Pada bagian ini, kita akan mendata beberapa penyebab umum yang dapat menimbulkan stres. Dalam semua kasus, tingkat stres yang timbul tentu saja berbeda untuk semua jenis ikan. Oleh karena itu anda perlu tahu secara detail stres macam apa yang timbul dan ikan mana yang masih dapat mentolerir stres tersebut.

Elemen Nitrogen (ammonia, nitrite dan nitrate) mempunyai beberapa level racun yang semua bisa menimbulkan stres. Ammonia adalah racun dengan kadar rendah dan severely stresses ikan dalam segala kondisi. Konsekuensinya, akuarium anda harus mempunyai biological filter yang cukup untuk mengubah ammonia menjadi nitrite (dan nitrate). Meskipun kadar racun nitrate lebih rendah daripada nitrite dan ammonia, tetap saja masih menyebabkan ikan stres. Selanjutnya anda tinggal melakukan penggantian air sebanyak 10 s/d 15% setiap minggunya untuk mengurangi kadar nitrate.

Temperatur air harus sesuai dengan kebutuhan ikan anda. Air yang terlalu dingin atau terlalu panas akan membuat stres.

Ukuran akuarium juga mempengaruhi hal ini. Beberapa ikan tidak bermasalah masuk dalam akuarium berukuran 10 galon, namun ikan lain ada yang perlu 100 galon bahkan lebih.

Tidak semua jenis ikan dapat dicampur menjadi satu. Sebagai contoh, kebanyakan cichlids akan memakan ikan lain yang lebih kecil dari dia.

Perhatikan akuarium anda, apakah ada ikan yang selalu mengejar ikan lain. Jika memang selalu terjadi semacam itu, pisahkan ikan-ikan tersebut.

Ikan membutuhkan oksigen, dan beberapa ikan dapat bertahan dengan konsentrasi oksigen yang minimum. Air dengan kadar oksigen rendah menimbulkan stres. Ingat bahwa peningkatan suhu air, menurunkan pelarutan oksigen dalam air.

Nutrisi yang rendah juga menyebabkan stres. Biasanya disebabkan adanya makanan yang diletakkan dipanas terik matahari atau terkena udara terlalu lama.

Pemberian obat dalam akuarium terkadang memperburuk kondisi. Obat dapat membunuh bakteri dan parasit yang tidak terlalu bermasalah, malah bisa menjadi racun bagi ikan anda.

Penambahan air yang masih mengandung klorine dan kloramine juga menyebabkan stres pada ikan. Oleh karena itu pastikan air yang akan ditambahkan tidak mengandung dua zat tersebut.

Perubahan air secara tiba-tiba juga tidak baik bagi ikan. Perubahan temperatur, pH secara mendadak menyebabkan ikan stres.

Kesimpulannya, banyak faktor yang dalam menimbulkan stres pada ikan. Mencegah dan meminimalkan sumber stres bagi ikan menjadikan ikan anda selalu sehat.

Gejala stres pada ikan

Secara singkat, ikan yang stres tingkah lakunya "tidak normal". Arti tidak normal disini tentu saja berbeda untuk masing-masing jenis ikan. Anda dalam hal ini harus tahu ikan mana yang suka berenang diatas, mana yang suka dibawah, mana yang lincah dan mana yang pendiam.

Jika anda telah tahu hal tersebut, anda pasti bisa melihat mana ikan yang berlaku tidak seperti biasanya.

Berikut ini gejala stres pada ikan :

- Ikan berada di permukaan air secara terus-menerus, menandakan ada masalah dengan ketersediaan oksigen (Kadar oksigen paling tinggi berada di permukaan air). Penyebabnya antara lain, kurangnya sirkulasi air atau kadar ammonia yang tinggi.

- Ikan tidak mau makan atau tidak makan sebanyak sebelumnya.

- Ikan bersembunyi secara terus-menerus dan tidak mau keluar di tempat yang terlihat. Penyebabnya antara lain, adanya ikan yang agresif atau kurangnya interior (tanaman, coral, kayu) yang membuat ikan merasa aman.

- Ikan terluka

- Ikan mempunyai penyakit. Tentu saja hal ini merupakan pokok masalah.

Popular Posts